Kredit Kita

April 11, 2008

Sebelum Kredit, Pikir-pikir Dulu

Sekarang ini marak sekali penawaran kredit untuk berbagai produk dari beragam lembaga keuangan. Mulai dari panci, televisi, kulkas, handphone, sepeda motor, mobil, rumah, sampai kartu kredit. Penawaran yang diberikan pun sangat menarik, mulai dari tanpa uang muka sampai bunga nol persen. Jika Anda saat ini sedang berencana untuk memanfaatkan salah satu dari penawaran kredit yang ada, beberapa celoteh di bawah ini mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan:

1. Bermanfaatkah produk yang hendak saya beli? Seringkali dengan berbagai penawaran kredit yang menarik dan sepertinya ‘murah,’ kita terdorong untuk membeli produk-produk yang tidak kita butuhkan.

2. Apakah produk yang akan saya beli bisa “menghasilkan?” Akankah saya bisa menggunakan produk tersebut untuk hal-hal yang bersifat produktif, alias menghasilkan uang? Apakah produk tersebut dapat meningkatkan kualitas kerja kita dan membantu meminimalisir pengeluaran kita? Kredit sepeda motor misalnya. Berapa banyak biaya yang harus dihabiskan untuk membeli BBM dan servis berkala? Lebih murah mana dibandingkan dengan naik kendaraan umum? Apakah sepeda motor itu membantu meningkatkan kinerja kita, yang pada akhirnya meningkatkan penghasilan kita?

3. Berapa beban bulanan yang akan saya tanggung? Kadang ketika emosi kita menguasai, pembelian kredit menjadi tidak terkontrol, sehingga ternyata setelah dipikir-pikir pengeluaran kita sudah jauh melebihi pendapatan kita tiap bulan. Akhirnya “terpaksa” kita menjadi selektif, memilah produk mana saja yang akan kita pertahankan, alias tetap kita bayar angsuran bulanannya. Oleh karena itu, yakinkan diri Anda bahwa Anda akan sanggup membayar tagihan kredit yang akan datang. Konon, para pakar keuangan menganjurkan untuk membatasi pembelanjaan kredit kita sampai pada 1/3 dari penghasilan bulanan kita. Contoh: jika gaji saya adalah sebesar 3 juta rupiah per bulan, maka sebaiknya total nilai tagihan kredit yang harus saya bayar adalah satu juta rupiah saja. 2/3 bagian yang lainnya tentunya harus digunakan untuk keperluan primer dan tabungan/investasi.

4. Bagaimana bentuk perjanjian kredit yang akan saya ikuti? Banyak orang yang hanya menandatangani dokumen-dokumen yang diajukan oleh pihak kreditur tanpa membacanya terlebih dahulu. Petugas yang datang/memberikan berkas perjanjian kredit juga seringkali tidak menjelaskan detail perjanjian yang ada. Kita adalah calon konsumen/nasabah, dan karena itu kita berhak untuk mendapatkan informasi yang sejelas mungkin tentang perjanjian kredit yang akan ditandatangani. Berikut beberapa hal yang sebaiknya kita pertanyakan sebelum menandatangani sebuah perjanjian kredit:
- Berapa lama perjanjian akan berlangsung (berkisar antara 1-5 tahun untuk barang bergerak dan 5-15 tahun untuk barang tidak bergerak)?
- Berapa saja rincian biaya yang harus saya tanggung? Rincian ini antara lain pokok hutang, beban bunga, asuransi, dll
- Jika ada asuransi, jenis asuransi apakah yang ditawarkan? Biasanya calon konsumen tidak diberikan penjelasan mengenai hal ini dan langsung diikutkan dalam produk asuransi yang hanya menguntungkan pihak kreditur (biasanya jenis TLO alias Total Lost Only. Asuransi hanya mengganti jika produk tersebut hilang), namun kita berhak meminta penjelasan dan meminta tambahan jenis asuransi lain jika diperlukan (kecelakaan,huru-hara, perampasan, dsb).
- Bagaimana sifat bunga kreditnya? Jika kita ingin melunasi kredit sebelum waktunya, bagaimana perhitungan bunganya? Beberapa kreditur menerapkan prinsip bunga flat, artinya tidak ada potongan bunga. Anda perlu berhati-hati karena hal ini biasanya tidak tercantum dalam klausul perjanjian kredit.

5. Apa saja konsekuensi yang akan saya terima jika saya terlambat/tidak bisa membayar angsuran? Biasanya kita akan dikenakan denda sekian persen dari nilai angsuran per hari. Dan jika dalam beberapa waktu kita tidak segera membayar, biasanya debt collector akan mulai beraksi, baik melalui telepon dengan kata-kata yang kasar, ataupun langsung datang ke rumah dengan disertai ancaman/intimidasi.

Lima pertanyaan tersebut di atas sangat penting untuk dijawab sebelum akhirnya Anda benar-benar menentukan pilihan. Selamat bertanya!

Blog pada WordPress.com.